Kamis, 12 Juni 2014

Contoh kasus dari salah satu pasien rumah sakit




Contoh kasus dari salah satu  pasien rumah sakit
Kasus infeksi penyakit (infeksi nosokomial) di rumah sakit (RS) masih kerap terjadi di Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan di 11 RS di Jakarta menunjukkan terdapat 9,8%  pasien rawat inap terserang infeksi baru terkait pelayanan kesehatan. Infeksi nosokomial adalah infeksi silang yang terjadi pada perawat atau pasien saat dilakukan  perawatan di RS.
Tingkat paling tinggi terjadi di unit perawatan khusus, ruang rawat bedah dan ortopedi serta pelayanan obstetri (seksio sesarea). Menurut Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Akmal Taher, kasus infeksi nosokomial pada pasien menyebabkan waktu rawat inap semakin lama dan bahkan menimbulkan kematian. "Rerata pasien terpapar infeksi di RS di Indonesia tergolong cukup tinggi. Pasalnya,  peluang pasien terkena infeksi nosokomial di RS bisa mencapai sekitar 10%," ujar Akmal, dalam seminar kemitraan strategis Persi dan PT Unilever Indonesia Tbk. dalam meningkatkan kesadaran praktisi medis demi kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik, di Jakarta, kemarin. Sementara dosen mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Anis Kurniawati juga mengamini hal itu. Kejadian nosokomial rentan terjadi pada pasien yang  baru menjalani operasi melalui alat seperti kateter dan selang infus. Selain dari alat yang tidak steril, pasien bisa terinfeksi dari pengunjung atau petugas RS yang tengah sakit. Menurut dia, infeksi nosokomial biasanya terjadi setelah 48 jam (dua hari). Misalnya, ada pasien anak dirawat karena diare, kemudian pada hari ketiga tiba-tiba muncul infeksi baru, seperti infeksi paru. Berkaca dari seriusnya masalah tersebut, Anis berpendapat setiap RS harus memiliki tim  pengontrol infeksi yang secara reguler melakukan kontrol terhadap keamanan ruang operasi, rawat inap, alat, dan sebagainya. Selain itu, pengaturan soal kunjungan pasien dan kebersihan RS  juga harus dijaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar