Makan Kacang Membuat Wajah Jerawatan, Mitos atau Fakta?
Sebenarnya kacang tanah sendiri mempunyai banyak kandungan positif yang berguna untuk tubuh. Kacang tanah kaya dengan lemak, mengandungi protein yang tinggi, zat besi, vitamin E dan kalsium, vitamin B kompleks dan Fosforus, vitamin A dan K, lesitin, kolin dan kalsium. Kandungan protein dalam kacang tanah adalah jauh lebih tinggi dari daging, telur dan kacang soya. Mempunyai rasa yang manis dan banyak digunakan untuk membuat beraneka jenis kue. Wah, menurut kamu benar gak sih kalau kacang yang mempunyai banyak zat baik ini bisa menimbulkan jerawat di wajah?
Kajian-kajian menunjukkan kacang tanah dapat sebagai penurun tekanan darah tinggi dan juga kandungan kolestrol dalam darah, berkesan untuk melegakan penyakit hemofilia atau kecenderungan mudah berdarah, penyakit keputihan dan insomnia. Namun Kacang tanah sangat dicegah pada mereka yang menghadapi penyakit jenis kanker payudara.
Untuk penyebab jerawat sendiri, pada umumnya jerawat disebabkan oleh produksi minyak berlebih, sel-sel kulit mati, bacteri p.acne, kosmetik yang menutupi pori-pori, konsumsi obat-obatan baik berupa krim atau yang diminum, telepon genggam, stress, dan lain sebagainya.
Lalu bagaiman dengan mitos tentang “Makan Kacang Membuat Wajah Jerawatan”?
Sebuah riset dari American Academy of Dermatology untuk urusan kecantikan kulit menyatakan hal yang bertolak belakang dari mitos tersebut. Mereka berpendapat bahwa jerawat tidak disebabkan oleh coklat, ice cream, ataupun makanan seperti kacang. Colorado State University Department of Health and Exercise menyarankan untuk mengurangi gula dan makanan yang kadar karbohidratnya tinggi. Institusi tersebut telah meneliti sekitar 1300 orang penduduk pulau Kitivan di Papua New Guinea yang puasa makanan manis serta makanan berkarbohidrat. Sehari-harinya mereka hanya makan ikan, buah, dan daging yang dimasak secara tradisional. Hasilnya tidak ada satu jerawat pun yang bertengger di wajah mereka.