Minggu, 28 Desember 2014

tugas_3_sofkil tentang masalah masyarakat


  A.   LATAR BELAKANG
          Tawuran saat ini sudah tidak lagi menjadi pemberitaan dan pembicaraan yang asing lagi di telinga kita. Bahkan, hampir setiap hari ada saja media yang menayangkan kasus-kasus tawuran. Tawuran yang berkaitan dengan tindak kekerasan bisa jadi di kalangan pelajar terutama yang notabenenya ada generasi bangsa yang akan mengambil alih tempat kepemimpinan nantinya, apabila mereka sekarang sudah terbiasa dengan tindak kekerasan maka bagaimana jadinya bangsa kita ini nantinya.
     Tawuran pelajar bukan hal yang bisa di anggap enteng, tawuran pelajar sekarang tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja malainkan juga menjalar kedaerah-daerah. Permasalahan remeh dapat menyuluh pertengkaran individual yang melanjut menjadi perkelahian massal dan tak jarang melibatkan penggunaan senjata tajam, senjata api dan sebagainya.
     Kasus tawuran tidak hanya terjadi di golongan remaja tingkat sekolah saja tapi baru-baru ini juga terjadi tawuran antar mahasiswa.
     Dewasa ini, kekerasan sudah dianggap sebagai pemecah masalah yang sangat efektif yang dilakukan oleh para remaja. Hal ini seolah menjadi bukti nyata bahwa seorang yang terpelajar pun leluasa melakukan hal-hal yang bersifat anarkisme dan premanisme. Tentu saja perilaku buruk ini tidak hanya merugikan orang yang dalam perkelahian itu sendiri tetapi juga merugikan orang lain yang tidak terlibat secara langsung.
B.   RUMUSAN MASALAH
1.     Apa itu tawuran?
2.     Apa yang menjadi penyebab terjadinya tawuran?
3.     Apa dampak dari tawuran?
4.     Apa solusi yang menghentikan tawuran agar tidak semakin menjadi?
C.   TUJUAN penulisan
     Menurut latar belakang diatas, tujuan-tujuan penulisan Karya Tulis ini adalah sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui factor-factor yang mempengaruhi tawuran antar pelajar.
2.     Untuk mengetahui dampak-dampak dari tawuran antar pelajar.
3.    Untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi agar tawuran antar pelajar tidak terjadi.


BAB II     PEMBAHASAN
 A.   Pengertian tawuran pelajar
     Dalam kamus bahasa Indonesia “tawuran” dapat diartikan sebagai perkelahian yang meliputi banyak orang. Sedangkan “pelajar” adalah seorang manusia yang belajar. Sehingga pengertian tawuran pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mana perkelahian tersebut dilakukan oleh orang yang sedang belajar.

     Jadi tawuran secara luas adalah tindakan agresi (perkelahian) yang dilakukan oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya yang dimaksudkan untuk menyebabkan penderitaan /menyakiti orang lain bahkan merusak.
     Secara psikologi perkelahian yang melibatakan pelajar usia remaja di golongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (jurvinile delygency). Kenakalan remaja dalam hal perkelahian dapat digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik.
1.       Delikuensi situasional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang “mengharuskan” mereka untuk berkelahi, keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat.
2.       Delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada dalam suatu organisasi tertentu atau genk. Disini ada aturan, norma dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti anggotanya, termasuk perkelahian. Sebagai anggota tumbuh kebanggaan apabila dapat melakukan apa yang diharapkan sekelompoknya. Seperti yang kita ketahui, pada masa remaja seorang remaja akan cenderung membuat sebuah genk yang mana dari pembentukan genk inilah para remaja bebas melakukan apa saja tanpa adanya peraturan-peraturan yang harus dipatuhi karena ia berada di lingkup kelompok teman sebayanya.
Kapan biasanya pelajar melakukan tawuran?
1.       Saat pertandingan bola antar sekolah ini adalah hal yang kerap terjadi ketika tim sepakbola satu kalah, maka sporternya akan melakukan kerusuhan terhadap lawannya yang akan menyebabkan terjadinya kerusuhan antar sporter sepakbola kedua sekolah tersebut.
2.       Saat ulang tahun sekolah, ketika sebuah sekolah berulang tahun, para siswa merayakan dengan menggelar kegiatan pensi atau pentas seni. Pada pensi ini biasanya menggelar suatu pergelaran konser. Ditengah-tengah konser tersebut biasanya menyusup dari siswa sekolah lain yang membuat rusuh dan menyebabkan terjadinya perkelahian diantara penonton pensi tersebut.
3.       Menjelang hari libur panjang. Saat sehari menjelang hari libur, para siswa juga merencanakan penyerangan ke berbagai sekolah lain yang dianggap sebagai musuh sekolah tersebut.
4.       Setelah diumumkan hasil ujian nasional(UN). Inilah yang paling bodoh dari segala penyebab tawuran. Tiga tahun bersekolah manuntut ilmu, diakhiri dengan kegiatan yang sangat tidak manusiawi. Bertawuran setelah diumumkan hasil UN akan menyebabkan kematian apabila tidak dapat bertahan. Walaupun dia bisa bertahan, siswa tersebut bisa jadi akan dikeluarkan dari sekolahnya ataupun siswa tersebut tidak diperbolehkan lanjut ke tingkat (jenjang) selanjutnya.

B.   Faktor-faktor penyebab terjadinya tawuran
      Factor internal dan factor eksternal, yang pertama factor internal adalah factor yang berlangsung melalui proses internilisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi miliu disekitarnya dan semua pengaruh dari luar. Perilaku ini merupakan reaksi ketidakmampuan dalam melakukan adaptasi terhadap lingkungan sekitar yang dihadapi. Sedangkan yang kedua, factor eksternal yang terdiri dari beberapa bagian diantaranya:
1.     Factor keluarga
      Keluarga adalah tempat dimana pendidikan pertama dari orang tua diterapkan. Jika seorang anak terbiasa melihat kekerasan yang dilakukan didalam keluarganya maka setelah ia tumbuh menjadi remaja maka ia akan terbiasa melakukan kekerasan karena inilah kebiasaan yang datang dari keluarganya. Selain itu ketidak harmonisan keluarga juga bisa menjadi penyebab kekerasan yang dilakukan oleh pelajar. Suasana keluarga yang menimbulkan rasa tidak aman dan tidak menyenangkan serta hubungan keluarga yang kurang baik dapat menimbulkan bahaya fisikologis bagi setiap usia terutama pada masa remaja.
2.    Factor lingkungan sekolah
      Lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan bisa berupa bangunan sekolah yang tidak       memenuhi persyaratan, tanpa halaman bermain yang cukup luas, tanpa ruangan olahraga,  minimnya fasilitas ruang belajar, jumlah murid di dalam kelas yang terlalu banyak dan padat, vertiliasai dan sonitasi yang buruk dan lain sebagainya.
 3.    Factor Lingkungan
      Lingkungan yang tidak selalu baik dan menguntungkan bagi pendidikan dan perkembangan remaja, seorang anak remaja yang belum mempunyai pengetahuan cukup mengenai pengetahuan social dapat dengan mudah dipengaruhi lingkungan sekitar.
 C.   Dampak Tauran Antar Pelajar
      Fenomena tawuran yang terjadi di Indonesia beberapa pekan terakhir membuka mata kita       kembali akan maraknya kekerasan dalam pergaulan social remaja pelajar Indonesia yang lama sempat tenggelam ditengah hirut pikuk carut marut pendidikan nasional. Bila dicermati, respon masyarakat awam maupun kalangan pendidikan terhadap fenomena tawuran selalu saja mengkambinghitamkan problem-problem social diluar sekolah yang mempengaruhi pembentukan perilaku negative pelajar. Disinilah letak penyimpangan intepretasi social yang terkadang mewujud kepada pemanangan yang selama ini terbukti tidak efektif mengurangi angka kejadian  tawuran pelajar di Indonesia. Seorang psikologi tersohor, maslow, mengkategorikan beberapa motif perilaku kepada bangunan piramida motivasi manusia. Dalam teori motivasinya, Maslow menyebutkan bahwa salah satu motivasi tindakan manusia adalah untuk memperoleh pengakuan eksistensial dari sesamanya. Disinilah titik penting yang sering terlepas dari kesadaran kritis kita dalam menyeroti fenomena tawuran antar pelajar selama ini. Pelajar adalah manusia yang hidup dalam situasi transisi antara dunia anak menuju dewasa. Disinilah ruang dimana seorang manusia remaja mulai menyadari kebutuhan-kebutuhan sosialnya untuk diterima sekaligus diakui oleh komunitas masyarakat disekitarnya.

Sabtu, 15 November 2014

argumen tentang mitos_tugas 2_sofskill



Makan Kacang Membuat Wajah Jerawatan, Mitos atau Fakta?


Sebenarnya kacang tanah sendiri mempunyai banyak kandungan positif yang berguna untuk tubuh. Kacang tanah kaya dengan lemak, mengandungi protein yang tinggi, zat besi, vitamin E dan kalsium, vitamin B kompleks dan Fosforus, vitamin A dan K, lesitin, kolin dan kalsium. Kandungan protein dalam kacang tanah adalah jauh lebih tinggi dari daging, telur dan kacang soya. Mempunyai rasa yang manis dan banyak digunakan untuk membuat beraneka jenis kue. Wah, menurut kamu benar gak sih kalau kacang yang mempunyai banyak zat baik ini bisa menimbulkan jerawat di wajah?
Kajian-kajian menunjukkan kacang tanah dapat sebagai penurun tekanan darah tinggi dan juga kandungan kolestrol dalam darah, berkesan untuk melegakan penyakit hemofilia atau kecenderungan mudah berdarah, penyakit keputihan dan insomnia. Namun Kacang tanah sangat dicegah pada mereka yang menghadapi penyakit jenis kanker payudara.
Untuk penyebab jerawat sendiri, pada umumnya jerawat disebabkan oleh produksi minyak berlebih, sel-sel kulit mati, bacteri p.acne, kosmetik yang menutupi pori-pori, konsumsi obat-obatan baik berupa krim atau yang diminum, telepon genggam, stress, dan lain sebagainya.
Lalu bagaiman dengan mitos tentang “Makan Kacang Membuat Wajah Jerawatan”?
Sebuah riset dari American Academy of Dermatology untuk urusan kecantikan kulit menyatakan hal yang bertolak belakang dari mitos tersebut. Mereka berpendapat bahwa jerawat tidak disebabkan oleh coklat, ice cream, ataupun makanan seperti kacang. Colorado State University Department of Health and Exercise menyarankan untuk mengurangi gula dan makanan yang kadar karbohidratnya tinggi. Institusi tersebut telah meneliti sekitar 1300 orang penduduk pulau Kitivan di Papua New Guinea yang puasa makanan manis serta makanan berkarbohidrat. Sehari-harinya mereka hanya makan ikan, buah, dan daging yang dimasak secara tradisional. Hasilnya tidak ada satu jerawat pun yang bertengger di wajah mereka.

argumen tentang mitos_tugas 2_sofskill



Mitos atau Fakta: Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama  
Anda melihat seorang pria atau wanita, lalu Anda merasakan bahwa ia merupakan pasangan yang tepat untuk Anda. Itulah yang disebut dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi apakah jatuh cinta pada pandangan pertama benar-benar ada? Mitos atau Fakta?
Sebelum kita membahas mengenai apakah cinta pada pandangan pertama benar-benar ada, lebih baik kita membahas mengenai alasan mengapa Anda bisa jatuh cinta terlebih dahulu.
MENGAPA KITA JATUH CINTA?
Masing-masing dari kita jika ditanya mengenai: "Kriteria pria atau wanita seperti apa yang Anda inginkan?" Maka kemungkinan besar Anda akan dapat menjabarkan kriteria yang begitu jelas, tetapi beberapa dari Anda juga mungkin mendeskripsikan kriteria umum saja dan tidak begitu jelas.

Terlepas dari itu, apapun kriteria yang telah dideskripsikan oleh Anda, terkadang Anda akan jatuh cinta dengan orang yang kriterianya tidak sesuai atau tidak memenuhi kriteria yang telah Anda sebutkan. Mengapa? 
Hal ini karena sebenarnya kita jatuh cinta untuk memenuhi kebutuhan kita yang belum terpenuhi, baik itu saat kita menemukan orang yang serupa dengan kita, saat kita menemukan orang yang mengingatkan kita dengan orang tersayang kita (seperti orang tua contohnya) atau saat seseorang memenuhi kriteria yang tanpa Anda sadari telah Anda buat.
Nah, Alasan dari mengapa Anda bisa jatuh cinta dengan orang yang tidak sesuai dengan kriteria Anda baik itu semuanya atau sedikit adalah karena Anda memiliki kriteria yang tanpa Anda sadari telah Anda miliki berdasarkan pengalaman, kepercayaan dan keinginan bawah sadar Anda. Orang-orang biasanya tidak sadar akan kriteria tersembunyi mereka, oleh karena itu mereka mendeskripsikan cinta sebagai sesuatu yang misterius.
JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA, BENARKAH?

Hal ini telah menjadi perdebatan tiada akhir akan kebenaran dari cinta pada pandangan pertama. Ini disebabkan karena setiap orang memiliki arti yang berbeda dari kata 'cinta'. Arti kata cinta ini sendiri dapat diartikan menjadi 2 versi yang berbeda.
  1. Jika menurut penjelasan di atas, cinta adalah saat dimana seseorang sudah memenuhi kriteria yang telah Anda buat secara sadar maupun tidak Anda sadari dan membuat Anda merasakan bahwa Anda memiliki keterikatan yang kuat dengan orang tersebut.
     
  2. Tetapi beberapa orang mempercayai bahwa itu hanyalah cinta 'palsu'. Cinta yang nyata sebenarnya merupakan ikatan kuat yang dibangun seiring dengan berjalannya waktu dengan mengatahui sifat dan kepribadian dari pasangan Anda maupun hubungan Anda.
Berdasarkan definisi cinta ini, maka Anda dapat mengetahui mengapa ada orang yang percaya dengan cinta pada pandangan pertama dan ada yang tidak. Walaupun begitu, peneliti membuktikan bahwa cinta pada pandangan pertama memang benar-benar ada. Mereka melakukan penelitian terhadap sekelompok hewan dan menemukan bahwa hewan cenderung mencari pasangan yang memiliki keserupaan genetik yang sama. Memang, hal ini masih tidak jelas apakah dapat diaplikasikan ke manusia atau tidak, tetapi beberapa peneliti mempercayai bahwa manusia di-program untuk menemukan "si dia" (pasangan sebenarnya diri kita).
Penelitian lain membuktikan bahwa pria lebih memiliki kemungkinan besar dalam mengalami 'jatuh cinta pada pandangan pertama' dibandingkan wanita dan hal ini lebih mungkin terjadi di saat mereka muda. Jadi sebagai pria, jangan sampai Anda mengumbar cinta pandangan pertama Anda dengan sebegitu seringnya dan menyebabkan keefektifan itu hilang.
KESIMPULAN

Jadi apakah cinta pada pandangan pertama benar-benar ada? Jawabannya adalah ya. Kalaupun definisi Anda dari cinta adalah definisi yang kedua dimana cinta dibangun seiring waktu, untuk memilih pasangan Anda pertama kali, tentu Anda membutuhkan sebuah ketertarikan dan Anda dapat menyebut ketertarikan Anda sebagai cinta pada pandangan pertama. Jadi, ya, memang cinta pada pandangan pertama itu benar-benar ada.

ringkasan_tugas 1_ softskill



Ringkasan

Ø  Fungsi Bahasa Indonesia secara umum untuk setiap orang yaitu, sebagai alat mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri, sebagai alat komunikasi, sebagai alat berintegrasi dan
beradaptasi sosial sebagai alat kontrol sosial.

Ø  Ragam Bahasa  Menurut Bachman (1990), “Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.” Dalam bahasa Indonesia ada yang disebut ragam bahasa dimana Ragam bahasa adalah variasi dalam pemakaian bahasa yaitu perbedaan penutur, media, situasi, dan bidang.

Ø  Ejaanadalah penggambaran bunyi bahasa (kata kalimat) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu
1.      Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad
2.      Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis
3.      Aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.

Ø  Diksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa Departemen Pendidikan Indonesia adalah pilihan kata yg tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan. Diksi terdiri dari delapan elemen yaitu : fonem, silabel, konjungsi, hubungan, kata benda, kata kerja, infleksi, dan uterans.

Ø  Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada pada pikiran pembicara dan penulis. Kalimat yang efektif mampu membuat isi atau maksud yang disampaikannya itu tergambar lengkap dalam pikiran si penerima (pembaca) persis seperti apa yang disampaikan.


Ø  Paragraf atau alinea adalah satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat.

Ø Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah. Untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang bagus, seorang penulis harus terlebih dahulu merencanakannya dengan matang, berikut ini beberapa langkah dalam perencanaan penulisan ilmiah :
·      Pemilihan Topik
·      Pembatasan Topik
·      Pemilihan judul
·      Menentukan Tujuan Penulisan
·      Menentukan Kerangka Karangan

Ø  Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.